Kuliah Kuliah Skripsi

Iya, setua ini saya belum sarjana. Karena lupa waktu dan rasa malas.

Tahun lalu saya mulai kuliah mengambil jurusan ilmu administrasi publik / negara konsentrasi perpajakan di salah satu universitas swasta di Jakarta. Dua semester terlampaui, sekarang saya sedang berusaha keras untuk menyelesaikan skripsi.

Menuntut ilmu memang tak mengenal usia. Harapannya semoga bisa lulus, siapa tahu nanti ada rejeki melanjutkan ke S-2 kalau tidak malas.

Advertisements

Rumah Sendiri

Yeay!

Akhirnya saya bisa tinggal di rumah sendiri. Hampir 18 tahun sejak saya pertama kali bekerja, berpindah dari tempat saudara, kosan dan kontrakan satu ke lainnya. Semua manis asam garam kehidupan sudah saya lalui. Hehehe. Akhirnya terbeli juga rumah untuk ditinggali sendiri. Alhamdulillah.

Rumah kecil sih, awalnya cuma 2 kamar atas. Yang kemudian saya renovasi menjadi 3 kamar dan meluaskan area dapur di lantai 1 agar nyaman dengan konsep terbuka. Butuh waktu 3 bulan untuk renovasi ini, dan ternyata belum selesai juga. Tak apalah juga sih sambil jalan.

Pun perabotan pun ala kadarnya, maklum budget tersedot untuk renovasi. Jadinya sekarang kita tinggal dengan apa adanya. Huehehe.

Ini sekedar intip intip area favorit saya, yang bisa bikin saya berlama-lama disini. Area ini belum selesai, karena masih banyak yang harus dikerjakan.

Rumah magnolia

#enjoyingmyhouse

Ayah – Dalam Kenangan

23 Maret 2017 – 18.45 WIB

Saya baru saja kehilangan seorang lelaki yang paling baik dalam hidup saya. Yang telah mendidik saya dengan caranya. Lelaki terbaik ini berpulang dalam keikhlasan setelah berjuang dengan penyakitnya.
Ayah UsmaPenyesalan saya adalah terlalu menjadwalkan pertemuan kami yang minimal setahun sekali. Walau tak pernah sekalipun ayah menuntut. Dia hanya berharap saya diberikan kesehatan ketika dia sendiri berjuang untuk memperoleh kesehatan. Ayah paham, sedangkan saya tidak.

Saya mungkin tak pernah berkata “tidak” untuk permintaan ayah. Betapa bahagia saya bila melihat beliau bahagia. Senyum kecilnya pun membuat saya bahagia. Ayah selalu berkata dengan caranya. Karena selalu ada makna dalam “kalimat uniknya”.

Saya tidak pernah menyesal atas usaha kecil saya untuk membuatnya bahagia. Tapi saya menyesal karena tak pernah bertanya “apakah ayah bahagia?”. Apakah dia bahagia dengan anak-anaknya? Pernahkah dia kecewa? Ataukah saya selalu mengecewakannya?

Maafkan aku Ayah, bila pernah berkata “tidak” dan itu menyakitimu, atau berkata “iya” tapi tak pernah membahagiakanmu. Maafkan aku pernah bertanya soal rekening listrik yang melonjak, dan membuatmu tak menyalakan AC selama sebulan. Bahkan akhirnya ayah meminta ijin menyalakan karena kepanasan. Seribu penyesalan pun tak bisa membuatku tenang. Karena aku telah menyakitimu dengan caraku. Sementara kau menerimanya dengan lapang dada.

Saat ini, aku menantimu untuk berbicara lagi.

Trik & Tip Renovasi Rumah Part 1

Cerita beli rumah ini tak sengaja, waktu itu di bulan Oktober 2015 iseng ke karfur puri indah karena suntuk  kerjaan. Entah menarik atau tidak, hobi saya memang window shopping ke karfur, hypermart, ikea, ace hardware, informa dan semacamnya.


SKIP SKIP SKIP


Kebetulan waktu itu ada pameran kecil cluster perumahan  magnolia park di lobby karfur, kita lihat-lihat kok harganya miring dan menarik. Dijelaskanlah soal rumah itu ama marketingnya yaitu  bapak Andi. Eng, ing, eng … Januari 2016 saya tanda-tangan akad kredit di salah satu bank BUMN. Resmilah saya beli rumah di bagian barat Jakarta. Alias jakarta barat coret.


SKIP LAGI SKIP LAGI


Ini proges pembangunan dari bulan Desember 2016 sampai dengan Agustus 2017.


Berhubung rumahnya kecil dan interior seadanya, ini progres renovasi yang berjalan dari bulan Januari 2017 sampai dengan sekarang belum selesai. Ini adalah proses pekerjaan renovasinya. Konsep renovasinya kita belum tahu, tapi antara modern classic, yang penting ada bata expose, karena itu impian saya sejak kecil. Hahaha.


Selama renovasi, kita bikin rencana interior sebisanya, saya sedikit utak atik mozaik tile untuk backsplash kitchen agar terlihat istimewa. Ini gak pake program apapun kecuali excel. Hadeeeh. Yang penting jadinya ketje, begitulah harapan saya.

Hunting material bangunan sendiri itu penting untuk kepuasan batin. Kita bisa pilah pilih dan mixmax “kemurahan” menjadi tampak “lumayan”. Halah halah.


Ini sedikit bocoran renovasi yang sudah setengah mateng. Kawasan dapur adalah poin penting pertama saya. Setelah itu adalah kawasan kamar mandi plus kamar utama. Untuk beberapa spot tertentu belum saya renovasi karena budget adalah kuntjinya …. Untuk trik dan tips renovasi akan saya share setelah rumahnya jadi. Sabar ya.


SKIP SKIP SKIP


Bersambung ya ….

Being Me

Dear words.

Untuk berbagai alasan saya pernah punya nickname di dunia maya. Dan untuk alasan tertentu saat ini saya memutuskan untuk memakai nickname dari nama sendiri. Ya walau tak bakal sesempurna dengan apa yang saya bayangkan.

Salam …

Hipertensi?

Hipertensi? Yap, siapa sangka?

Riwayat hipertensi memang ada dalam keluarga saya, bahkan sudah merengut dua jiwa kesayangan saya. Ibu saya berpulang tahun 1995 karena hipertensi yang berlanjut stroke. Sedangkan kakak saya berpulang tahun 2015, dicurigai juga hipertensi atau darah tinggi.

Saya memang tak menyangka, biasanya tekanan darah saya tak pernah lebih dari 130, biasanya berkisar 110-130. Namun akhir bulan kemarin saat kontrol ke dharmais, leher saya terasa sakit dan hasil tensi saya 154/86, agak takut juga sebenarnya. Dan ternyata sebulan berikutnya saya tetap merasakan sakit yang sama di leher dan pundak, dan puncaknya di hari sabtu tanggal 24 Des saya merasakan sakit di leher dan pundak yang lua biasa. Saya putuskan untuk ke Puskesmas Kebon Jeruk sore hari, hasil tensi cukup mengagetkan saya, yaitu 187/94. Panik? Pasti. Oleh dokter saya disarankan untuk tes kolesterol yang bisa dilakukan esok hari karena saya musti puasa 10-12 jam. Hasilnya? Kolesterol saya 201, hanya 1 poin di atas normal.

Terus terang hipertensi jadi momok yang menakutkan bagi saya, karena berdasar apa yang saya baca di internet, hipertensi adalah silent killer. Saya berpikir, ini lebih bahaya dari leukemia saya. Hehehe.

Setidaknya saya disadarkan untuk lebih memperhatikan asupan makanan dan kondisi mental saya. Semoga saja saya kuat untuk lebih mengurangi asupan garam, menghindari gorengan, daging merah dan makanan lainnya yang bisa mengatrol tekanan darah serta kolesterol saya.

Bertukar Cerita

RSKD sedang berbenah, kalau biasanya poli onkologi ada di lantai 2, sekarang dipindah ke lantai 1 karena lantai 2 sedang direnovasi. Lantai 1 pun hasil renovasi. Ada kedai kopi baru di lantai 2, yaitu Maxx, ada juga kedai buku dan kedai foodmart. Sepertinya ada perubahan ke arah yang lebih baik untuk RSKD.

Saya janji dokter tanggal 28 November 2016 dengan dokter hilman, kondisi saya alhamdulillah baik, hasil tes darah, leukosit saya di angka 7 alias normal. Tapi sebulan kebelakang berat saya bertambah 5 kilogram. Atau bertambah total 9 kilo selama masa pengobatan ini. Ada keluhan-keluhan kecil yang saya sudah ceritakan ke dokter. Tekanan darah saya saat dicek 152/96, biasanya sih sekitaran 110 atau 130.

Ada hal menarik saat saya antri obat di apotik utama tanggal 29 November 2016, ketika saya bertemu dengan teman-teman CML/LGK. Ada teman baru, ada teman yang sudah lama berobat. Kita saling bertukar cerita. Rata-rata terkena leukemia fase pertama alias fase kronik dengan jumlah leukosit terakhir drop atau sebelum pengobatan yaitu mencapai 300rb – 400rb. Saya sempat bingung juga, saya yang di kisaran 300rb kok sudah di fase kedua alias fase akselerasi/percepatan. Auk ah gelap. Hehehe.

Saya yang tadinya cuek, akhirnya memutuskan akan bertanya lagi ke dokter di sesi selanjutnya di akhir bulan ini. Ya semoga saja tak lupa.

Seperti biasa, rutinitas mengambil obat berakhir sore hari setelah menunggu hampir 6 jam. Ssssabaaar ya.