Yang Tersisa

Saat Usai

Hampir pasti aku melupakanmu dengan semua masalah kita di masa lalu. Tentu saja, saat itu adalah serapuh-rapuhnya cinta dalam periode kehidupanku. Dan sekuat-kuatnya candu dalam perjalananku tentang hadirmu. Mungkin tak mudah, tapi waktu tak terhenti meski musim telah berganti puluhan kali. Saat usai, kisah itu berganti dengan kisahmu sendiri.

bagian pertama

 

Advertisements

Kontemplasi

Beberapa bulan belakangan ini saya bergelut dengan leukemia dan masih harus bergelut lagi kedepannya. Untuk mengendalikan sel darah putih saya, dokter memberikan dosis 400mg glivec per hari. Bila dihitung-hitung, sudah hampir 1.700 pil obat saya konsumsi. Bosan? Iya! Bayangkan saja saat kita sehat dan terkena flu, minum obat selama 3 hari saja membosankan. Tapi untuk obat ini tidak boleh bosan katanya. Karena obat ini akan jadi teman saya seumur hidup.

Efek kemoterapi bukanlah hal yang aneh lagi bagi saya, meskipun kadang juga membuat frustasi. Rasa mual, kram otot, nyeri tulang belakang dan kaki bengkak. Belum lagi berat badan yang melonjak drastis hampir 20 kg. Apakah saya merasa sehat? Tidak juga. Meskipun memang tak sepayah saat belum berobat. Apalagi akhir-akhir ini tulang belakang saya sering terasa nyeri, dan tubuh tak punya daya yang kuat.

Kemarin saya hampir pingsan dua kali, otak saya terasa seperti CD rusak yang tersendat. Kejadiannya sekian detik, dan untungnya saya segera menenangkan diri. Tubuh saya yang payah tidak bisa menipu. Saya merasa sisa energi saya hanya 50% dibandingkan saat masih sehat dulu. Saat ini, saya masih minum obat. Saya masih rutin kontrol ke dokter dan cek darah rutin.

Bulan Agustus 2017, ada 3 sahabat leukemia yang berpulang, dan bulan September 2017 sudah 2 orang yang berpulang. Mungkin kejadian ini sekedar mengingatkan, bahwa saya pun sedang dipersiapkan untuk pergi.

My Kitchen Part 1

Mempunyai dapur yang nyaman sudah menjadi poin penting saya waktu pertama kali akan merenovasi rumah. Pun karena rumah ini sudah warisan dari developer, saya tidak punya banyak kuasa untuk merubah layout utamanya, apalagi menyangkut struktur bangunan.

Mendesain dapur sendiri tentu bukan urusan mudah. Saya banyak mencari referensi layout dan desain dapur baik dari instagram, HGTV maupun ke ikea. Inspirasi tersebut yang kemudian saya tuangkan dalam mendesain dapur. Terus terang, backsplash dapur saat ini masih menjadi favorit, dimana hanya dengan dua jenis mozaik glass berwarna krem dan hitam, saya menjadikannya  siluet gedung-gedung.

kitchen

Saat ini kondisi dapur masih berprogres, karena keterbatasan biaya jadi secara kosmetik, urusan interior dan pernak pernik akan dilengkapi pelan-pelan untuk meminimalisir kesalahan. Contohnya kitchen set belum ada, kursi bar belum terbeli, bahkan perlengkapan memasakpun masih belum sesuai. Tapi tidak masalah, tidak mengurangi kenyamanan saya dalam melakukan hobi memasak.

Proyek selanjutnya adalah kitchen set dan dekorasi dapur, serta membentuk pantry. Ada banyak hal yang musti saya koreksi, terutama tentang pemilihan warna cat dinding yang sudah terlanjur teraplikasikan.

Untuk saat ini saya masih suka dengan desain dapur saya.

Leukemia : 1st Anniversary

19 April 2016
Setahun lalu
Dokter memberitahu kalau saya mengidap leukemia.

Setahun telah berlalu, dan sekarang adalah bulan ke-11 saya menjalani pengobatan kemoterapi. Sejauh ini gak ada masalah berarti selain beberapa kali terkena efek sampingnya. Saking biasanya, efek samping tak pernah saya keluhkan lagi.

Secara fisik kulit saya menjadi lebih bersih dan berat badan saya bengkak sampai 15 kg. Sungguh anugrah.

Dan saat ini.
Sudah sebulan ayah saya meninggalkan dunia.
Salamku untuk Tuhan.
Dan rinduku untukmu ayah.

Kuliah Kuliah Skripsi

Iya, setua ini saya belum sarjana. Karena lupa waktu dan rasa malas.

Tahun lalu saya mulai kuliah mengambil jurusan ilmu administrasi publik / negara konsentrasi perpajakan di salah satu universitas swasta di Jakarta. Dua semester terlampaui, sekarang saya sedang berusaha keras untuk menyelesaikan skripsi.

Menuntut ilmu memang tak mengenal usia. Harapannya semoga bisa lulus, siapa tahu nanti ada rejeki melanjutkan ke S-2 kalau tidak malas.

Rumah Sendiri

Yeay!

Akhirnya saya bisa tinggal di rumah sendiri. Hampir 18 tahun sejak saya pertama kali bekerja, berpindah dari tempat saudara, kosan dan kontrakan satu ke lainnya. Semua manis asam garam kehidupan sudah saya lalui. Hehehe. Akhirnya terbeli juga rumah untuk ditinggali sendiri. Alhamdulillah.

Rumah kecil sih, awalnya cuma 2 kamar atas. Yang kemudian saya renovasi menjadi 3 kamar dan meluaskan area dapur di lantai 1 agar nyaman dengan konsep terbuka. Butuh waktu 3 bulan untuk renovasi ini, dan ternyata belum selesai juga. Tak apalah juga sih sambil jalan.

Pun perabotan pun ala kadarnya, maklum budget tersedot untuk renovasi. Jadinya sekarang kita tinggal dengan apa adanya. Huehehe.

Ini sekedar intip intip area favorit saya, yang bisa bikin saya berlama-lama disini. Area ini belum selesai, karena masih banyak yang harus dikerjakan.

Rumah magnolia

#enjoyingmyhouse